November, 2007

Saluto Aremania

Salam Satu Jiwa..

Biarpun Live in ANTV laga AREMA vs Persipura Minggu kemaren, Aku tetep salut karo aremania adoh2 pada berangkat ke Kanjuruhan.Kayak zamane aku dulu nonton ke Stadion Batu mesti nggandol truk, sekarang gak tau arek2 apa masih  nggandol apa naik  angkutan.

Alhasil penonton Minggu kemarin sampai memecah rekor, yaitu sampai sekitar 45 ribu penonton, yg seharusnya stadion hanya berkapasitas 30 ribu. Salut juga, walaupun akhirnya AREMA hrs menelan kekalahan dr tamunya 0-1, tp tak ada kericuhan yg terjadi di stadion maupun luar stadion yg biasanya sering kita liat di beberapa kota di Indonesia,kalah timnya kalah,ada aksi kericuhan. Ini membuktikan bahwa Aremania sudah dewasa dan menjadi supporter terbaik di Indoneia.

Minnggu kmren mjd masa kelabu bagi kita Aremania(termasuk aku sendiri).Beberapa rekor Arema tumbang atas kekalahan ini, seperti yang diberitakan media massa terbitan hari ini bahwa rekor Arema yang tak pernah kalah di kandang selama 3 tahun lebih akhirnya tumbang. Begitu juga dengan rekor tak pernah kalah di Putaran II LI 2007 terpaksa rusak. Mungkin bisa menjadi catatan bahwa tanggal 25 November 2007 adalah sejarah dimana beberapa rekor akhirnya tumbang.

Bisa dibayangkan khan betapa malu dan sakitnya Aremania? Aku yang sudah lelah fisik dan batin, hanya bisa berucap "Pancene Persipura niame kelas, ditambah maneh wasite juga kelas… kelas Brengsek".

Maaf jika ada kata-kata kasar dalam tulisan kali ini, tapi bersyukurlah aku masih bisa menyalurkan kesumpekan hanya lewat tulisan. Bukan disalurkan melalui lemparan benda-beda keras atau aksi bakar. Tetapi kemudian terlintas dalam pikiran apakah tindakan ayas ini sudah tepat?? Tidak ikut melempar atau membakar kertas seperti aksi kemarin.

Terlintas dalam pikiran "apakah balasan yang setimpal dan cara yang paling tepat untuk menghajar habis ‘kejahatan sepak bola’ di Indonesia dengan cara anarkhis?" Pikiran itu menjadi pertanyaanku. Karena ‘kejahatan sepak bola" Indonesia sudah menyatu dalam insan sepak bola Indonesia. Kejahatannya mengerak seperti penyakit KKN di Indonesia. Bagai lingkaran rantai setan yang sulit diputus. Terlintas lagi dalam otak ayas, "Moga-moga jika wasit itu kena lemparan botol minuman di kepalanya, dia bisa jadi insyaf serta tahu bagaimana jadi wasit yang benar". Tapi kemudian dari sudut pikiran ayas lain menyahut "Ya Alhamdulillah kalau jadi insyaf, kalau karena lemparan jadi tambah edan?" Wah susah juga.. tapi bisa disimpulkan bahwa ketika kita melakukan sesuatu, resiko pasti sudah menunggu di depan sana.

Kembali lagi ke pertandingan kemarin, secara permainan Persipura memang lebih unggul dibanding Arema. Kita akui secara sportif untuk yang satu ini. Miroslav Janu harus kembali mengevaluasi taktik bermain monoton dan tanpa greget Arema pada 2 partai kandang ini. Miroslav Janu dan Manajemen Arema harus menghibur Aremania dengan komitmen menebus 3 poin yang hilang dengan kemenangan di laga-laga away. Tapi satu hal yang lebih penting, bahwa mulai sekarang semua harus komitmen untuk meloloskan Arema di Babak 8 Besar!! Yakinkanlah Aremania akan ini….

Yg jelas, buat yg ngaku Aremania sejati akan selalu tetap mendukung tim AREMA sampai kapanpun. Dan tetap menjunjung fairplay dan sportivitas tentunya.

Satu lagi, buat Aremania semuanya bisa daftar gratis keanggotaan Aremania secara On Line di official website www.bentoel-arema.com

WALAUPUN AKU BUKAN GOLONGAN DARAH BIRU, TAPI JIWA DAN SEMAGATKU SEBIRU AREMA-ku…

Salam Satu Jiwa,
-Vheeta-
Aremanita ‘Ngawal’