Patah Hati? No Way!

Patah hati? Wah, enggak banget deh.

Setidaknya itulah gambaran diri vita 4 atau 5 tahun yang lalu.

Yup, semasa bersekolah dulu, vita pasti tertawa paling kencang ketika melihat adegan-adegan patah hati di film remaja. Kalo vita nemu di cerita pendek majalah remaja yang vita langgani, vita cuma bisa berkata dengan jumawa : patah hati jelas tidak ada dalam kamus hidup vita.

Fiuhhhh….Sombongnya!

Saat menempuh pendidikan menengah atas, vita sering menjadi saksi, bagaimana teman-teman di sekitar vita nangis sesenggukan karena pujaan hati mereka berulah atau ketika hubungan cinta si teman tadi dengan pasangannya merenggang, atau bahkan putus cinte.

Vita ingat, di tahun pertama masa seragam abu-abu, vita tengah menjalin kisah dengan kakak kelas. Di tahun kedua, hubungan itu tak bisa lagi dilanjutkan. Sedih? Iya sih, tapi tak sedalam kesedihan ketika teman-teman vita patah hati, vita gak mengalami perasaan sedahsyat mereka. Vita hanya menangis bentar aja setelah pulang dari sekolah. Setelah itu, vita kembali sehat walafiat, tak kurang suatu apa. Lagi-lagi vita bisa berkata dengan jumawanya : patah hati jelas engga ada dalam kamus hidup vita .Setelah putus dengan kakak kelas yang baik hati itu vita melanjutkan hidup dan kembali merajut kasih dengan yang laen tentunya..heheheh :p

Hohoho, tunggu dulu anak muda. Kesombongan tentu ada batasnya.

Dan bener banget, si vita, yang pernah dengan lantangnya berkata kalau patah hati jelas tidak ada dalam kamus hidupnya, akhirnya harus mengakui kekuatan dan ketangguhan cinta
Patah hati itu datang ketika vita mengakhiri hubungan dengan seorang cowok yang baik hati, tidak sombong, berbakti pada orang tua, rajin menabung,halah halah… :p. Waktu itu -di saat ribetnya kuliah- vita bisa nangis berhari-hari, kehilangan selera makan, menjadi malas beraktivitas, lesu, lemas, sedih; intinya ya mirip-mirip dengan apa yang sering dipakai para sineas-sineas muda untuk menggambarkan adegan film orang patah hati.

Tapi vita beruntung, dikelilingi orang-orang dengan daya juang yang tinggi. Temen-temen vita bergiliran menemani vita. Sahabat-sahabat vita di kampus juga. Temen saya siap dipanggil kapan saja. Jadi kalau kesedihan itu tiba-tiba memuncak dan vita ingin menangis hingga berderai-derai, temen vita sigap datang -suwun yo rek :p-

Udah hampir dua tahun lalu, dan sekarang vita kembali patah hati. Mmm… sebenernya gak bisa dikategorikan patah hati juga sih, soalnya vita sama mas ini just friends, gak ada komitmen jadian. Tapi ketika cowok ini ngilang bin kabur dari kehidupan vita, tak urung vita juga berlagak bollywood, nagis, mogok makan, mogok bicara, mogok tidur, etc. Tanya kenapa? Karena temen vita ini merupakan cowok yang baik bgt, rendah hati, ibadahnya bagus, gak gampang kegoda cewek, pokoknya top bgt deh. Kalo dibilang naksir, sebenernya ya blom sih -tapi gak menutup kemungkinan kan?-, tapi sejauh ini vita cuma sebates kagum ama akhlak dan pribadinya gitu deh…

Jadi, ya, vita patah hati, ada awan mendung di sini, di hati, tapi hidup itu kawan terlalu indah untuk diratapi. Bukan begitu? Vita cuma bisa berkata: apapun yang menanti vita di ujung sana, hidup vita akan baik-baik saja.

Yayaya..tapi gara-gara pengalaman ini, vita jadi kepengen mikir lebih dalem lagi tentang patah hati…

Ngomongin soal patah hati, pasti ga akan lepas dari yang namanya cinta. Kalo sudah ngomongin soal cinta, maka ceritanya panjang neh. Tul ga? Dari awal mula manusia diciptakan sampe nanti hari kiamat, cerita tentang cinta ga akan pernah bosan diperbincangkan dan ga akan pernah hilang ditelan zaman. Cerita cinta memang ga selamanya indah. Kadang ada yang berakhir dengan tawa, ada juga yang berakhir dengan linangan air mata. Dan patah hati adalah salah satu ending dari cerita ini. Yup. Bad ending -ihiks…..ihiks sedih sekali-

Kata Bang Meggy Z sih, patah hati itu lebih sakit daripada sakit gigi -kok jadul banget ya…hehehe- Nah, kalo sudah kena yang namanya patah hati, hidup serasa mau kiamat, langit runtuh, bumi seakan gelap meskipun ada mentari yang bersinar. Hari-hari terasa sepi karena ga ada pujaan hati. Hati ini tersiksa, seolah mendapatkan penyakit langka yang ga akan pernah ada obatnya. Diri ini semakin sendiri, tidak ada teman yang menemani. Dan kalo sudah begini seakan tidak berguna lagi hidup ini, dan hanya ingin mengakhiri.

Apa emang bener begitu, kalo kita patah hati?
Apa ga ada harapan lagi yang tersisa hingga kita harus mengakhiri hidup?

Stop! Slow Down Baby..

Emang bener kata Bang Meggy Z tadi, bukan kita aja yang pernah patah hati. Dari zamannya Nabi Adam, sudah ada yang yang namanya patah hati, bukan barusan muncul aja. Dan gara-gara patah hati orang bisa gelap mata dan kehilangan akal sehatnya -siapa yang menemukan harap di kembalikan, emang akal sehat kaya dompet- Eit, dampaknya macem-macem ditimbulkan hanya gara-gara patah hati, bahkan ada yang rela sampe bunuh diri.

Tapiiiii….Apa bener sih,patah hati bisa bikin kita mati?

Siapa yang bilang? Kalo kita pikir setelah patah hati kudu mati, maka pikiran kita sempit banget. Jangan khawatir sobat, sebab patah hati atau putus cinta itu ga akan membuat kita mati kok. Karena cinta itu hanyalah naluri manusia, bukan kebutuhan pokok seperti makan dan minum. Manusia bisa meninggal kalo ga makan 7 hari dan tanpa air selama 3 hari. Kalo rasa cinta ga terpenuhi, kita hanya akan merasa gelisah, ga sampe mati. Paling-paling cuma ga mandi selama 7 hari 7 malem. Ngapain aja ga enak. Tidur ga enak. Makan, ga nafsu, etc. Hanya tindakan apa yang kita lakukan ketika patah hati itu yang harus kita pikirkan, kita bisa memilih. Mau mati, mau bikin playboy tandingan, atau mau bangkit dan melupakan yang udah berlalu?

Jadi buat temen2 vita yang patah hati karena diputusin pacar, jangan sedih dulu, dunia belum kiamat. Cuma rasa patah hati ini walau sudah dikuat-kuatin, kata Mulan Jameela tetep aja kita bukan Wonder Woman yang hatinya bukan terbuat dari besi dan baja, bisa remuk dan hancur. Semua fakta di atas adalah bukti perasaan yang lebur saat menjalani hubungan yang ga resmi dan bubar di tengah jalan. Pacar-pacar mereka pergi begitu saja. Ada yang alasan ga cocok, banyak juga karena berpindah ke lain hati.

Next..menurut vita sih, sebab patah hati alias broken heart kebanyakan adalah karena pacaran. Dan pacaran adalah gaul yang salah total. Kalo dilihat dari segi apapun, pacaran lebih banyak bikin kesel hati daripada suka hati. Status hubungan pasangan ini ga jelas, ga sah dan yang pasti ga serius. Malah ga sedikit juga sampe melakukan hal-hal yang ga ga, misalnya aja sex pra nikah dengan dalih kesetiaan. Hayo ngaku!! Kalo kita udah terlanjur patah hati, karena diputusin sama pacar atau karena ditolak oleh cowok atau cewk yang kita incer, jangan gelap mata, keep positive thinking.

Nih ada beberapa tips dari vita, moga2 aja bisa sedikit ngebantu temen2 -atau vita sendiri ya? :p- yang lagi patah hati alias broken heart.

1. Jangan mendramatisir keadaan
Kalo lagi patah hati, ga perlu terlarut sampe dalem banget. Hindari suasana yang membuat kita menjadi mellow. Ga usah dulu deh ndengerin lagu-lagu dengan tema patah hati, Patah hati-nya Radja atau Munajat Cinta-nya The Rock. Atau ngelakuin aktifitas lain yang malah bikin sesek hati. Wah, itu sama aja naburin garam sekarung di atas luka. Perih.

2. Putus asa itu dosa
Inget bahwa berputus asa itu dosa. Rasulullah SAW bersabda : “Dosa besar itu adalah mempersekutukan Allah, putus asa dari karunia Allah dan putus harapan dari rahmat Allah.” (HR. Al Bazzar dan Thabrani)

3. Jangan malah menyendiri
Kita jangan menyendiri, manyun di kamar aja. Cari teman-teman yang bisa ngasih masukan dan support yang bisa bikin kita bangkit lagi, bukan yang malah menjerumuskan. Bukannya patah hati malah hilang, malah numpuk kayak TPA sampah.

4. Perbanyak kegiatan positif
Bayang-bayang itu semakin sering nongol apabila kita sering bengong. Biar ga sering bengong, kita harus sering bergerak. Lari marathon bisa. Nyangkul di sawah boleh -plis deh vit :p-

5. Bersyukur, berusaha dan doa
Kalau kita putus dari pacar, itu berarti terbebas dari perbuatan mendekati zina. Kita harus bersyukur. Kalo memang sudah siap nikah, nikah aja ngapain pacaran. Buktiin kamu serius. Kalo belum siap, ya jangan dipaksain nikah. Dan jangan lupa berdoa karena Allah pasti akan kasih jalan keluar yang terbaik buat kamu. Pasti deh!



No Comment

Leave a Reply